Kamis, 10 Desember 2015

Semua Jabatan itu Penting (repost essay SMA)

Posted by serlysworld on 14.35 with No comments
ini ceritanya nemu essay lama jaman SMA. Waktu bacanya ketawa-ketawa sendiri mengingat kenangan pada waktu itu dan ga nyangka ternyata aku SMA bisa kayag gitu lucu juga hehe :D. Dan prinsipku ternyata dari dulu tetap sama berusaha tanggung jawab sekecil apapun tugas dan jabatan kita karena semua jabatan itu penting dan saling berhubungan intinya sih gitu essay ini..

Jadi pemimpin itu benar – benar pengalaman yang paling berat sekaligus yang paling berharga. Pengalaman itu aku dapatkan, saat aku duduk di bangku kelas XI setahun yang lalu. Aku memilih ikut dua extra, diantara 18 extra yang ada di sekolahku. Dan extra yang aku ikuti, yaitu KAWENTAR ( Ektra karawitan) dan ORBITS ( ektra tentang IT). Dua extra itu sangat berbeda jauh. KAWENTAR extra yang mengajarkanku untuk selalu menjaga tradisi dan ORBITS extra yang membuatku lebih mengenal IT yang sebelumnya aku tak pernah tertarik dengan dunia IT. Pengalaman dan tantangan besarku berawal pada Septemper 2012. Saat itu ada acara reorganisasi extraku ORBITS. Aku yang tergolong anggota biasa yang tak punya ambisi kuat jadi pengurus inti berlagak santai saat acara. Semua acara aku ikuti yang penting datang daripada absen. Dari dulu sih itu misi ku masuk extra ini. Dan jarang banget serius saat extra. Aku selalu bergurau di belakang dengan teman – temanku yang lain, namun kita semua juga selalu tepat waktu mengumpulkan tugas yang diberi kakak senior, saat ada kumpul bareng aku juga selalu berusaha datang walau sebentar. Karena aku berusaha ada apapun kondisiku. Setelah mengikuti semua serangkaian kegiatan yang bagiku sangat membosankah, maklum lah aku bukan orang yang suka dengan ketegangan Acara inti pun dimulai, yaitu pengumuman para pengurus harian baru extra. Aku benar – benar tidak tegang sama sekali. Soalnya tidak mungkin banget seorang Serly yang malas saat extra bakal jadi pengurus inti. Dan betapa terkejutnya diriku. Namaku dipanggil untuk maju kedepan. Teman – teman yang sering bersamaku saat extra hanya tertawa dan menyuruhku lekas maju. Dengan wajah bingung aku maju dan berdiri berjajar bersama yang lain. Kita semua disuruh tutup mata dan setelah membuka mata selempang bertuliskan sekretaris II telah berada di pundakku. Aku benar – benar shock berat waktu itu. Rasanya pingin marah tapi tak sanggup. Setelah pelantikan aku mencoba ikhlas menerima jabatan baruku dan berusaha yang terbaik untuk setahun kedepan, karena aku percaya semua yang diberikan Allah itu selalu ada hikmahnya.
Setelah beberapa minggu reorganisasi extra ORBITS, extraku KAWENTAR juga mengadakan reorganisasi. Sebelum hari H aku sudah mohon – mohon banget ke Ketua Umumnya supaya aku tidak diberi amanah jabatan yang tinggi. Karena aku sudah mendapat jabatan yang menurutku sih berat di extra ORBITS. Saat acara aku bersikap tenang karena sudah berepesan agar tidak diberi amanah jabatan yang tinggi. Waktu acara reor kita di bagi menjadi dua kelompok dan aku kebagian kelompok yang membahas proker. Beberapa
temanku kebagian membahas kepengurusan. Setelah semua rapat selesai para temanku yyang membahas kepengurusan menjabat tanganku dan memberiku ucapan selamat, ”selamat ya kamu jadi Ketua Umum.” Kakak senior juga melakukan hal yang sama. Hari itu aku sangat sebal dan wajahku sangat cemberut. Bahkan aku sampai menangis di masjid saat ada acara jeda istirahat sebelum pengumuman pengurus baru. Aku menangis karena aku takut tidak bisa menjalankan tugasku dengan baik, jika aku mendapat 2 jabatan yang berat karena itu butuh tanggung jawab besar. Dan setelah lama menunggu akhirnya yang ditunjuk untuk menjadi Ketua Umum extra bukan aku.Aku sangat senang waktu itu. Wajahku yang semula mendung pun berubah jadi cerah, namun aku tetap harus menjalankan tugasku dengan sungguh - sungguh karena jabatan yang aku dapatkan juga tidak bisa dianggap remeh. Dan akhirnya aku mendapat jabatan Ketua Harian extra KAWENTAR dan Sekretaris II extra ORBITS.
Setelah selesai pelantikan itu hari baruku dimulai. Aku harus bisa membagi waktuku dengan baik. Karena 2 extraku masuk pada hari yang sama yaitu hari Sabtu. Setiap selesai jam sekolah aku harus pulang ganti pakaian untuk masuk extra ORBITS, karena extra ORBITS masuknya lebih awal dari Karawitan yaitu pukul 13.00 WIB. Setelah pukul 15.00 WIB aku harus izin pamit pulang padahal sebenarnya belum waktunya pulang. Tapi aku harus tetap masuk ke extra KAWENTAR, aku tidak bisa izin seenaknya karena aku Ketua Harian punya tanggung jawab harian dalam extra. Dengan aktivitasku itu setiap hari Sabtu aku harus pulang minimal pukul 17.00 WIB. Semua itu aku jalani dengan santai tidak ada yang aku keluhkan karena aku lama – lama menjadi terbiasa dengan aktivitasku ini dan merasa nyaman.
Awal – awal aku menjalani tugasku semua berjalan baik – baik saja. Aku bisa menerima semua dengan lapang. Tetapi aku bukan Nabi aku hanya manusia biasa. Aku kadang merasa sebal pada teman – teman anggota extraku. Aku berusaha selalu masuk extra dengan susah payah dan harus membagi waktuku. Tetapi saat aku datang, hanya ada aku, Ketua Umum extra dan adik – adik extraku yang sangat bersemangat. Aku sedih kenapa teman – temanku mudah sekali absen. Teman – temanku dengan mudah izin extra tanpa alasan. Hanya segitukah rasa tanggung jawab mereka dengan jabatan yang mereka terima. Padahal bagiku semua jabatan itu penting dan harus dijalani dengan tanggung jawab yang besar. Rasanya ini tak adil andai aku bisa berontak, aku akan katakan pada mereka semua pengorbananku agar mereka sadar. Tapi aku bukan orang yang pandai bicara, aku hanya bisa
diam dan tetap melakukan apa yang harus aku lakukan. Aku merasakan kecewa seperti itu tidak hanya sekali, tapi hampir setiap extra aku merasakan kekecewaan itu. Bahkan pernah saat latihan aku belain keluar rumah hujan – hujan dan mencari alasan untuk izin ke ibu, tapi pengorbanaku sia – sia dan yang hadir tetap sama rasanya pingin marah, tetapi ya sudah lah mungkin ini memang ujian kesabaranku. Aku sudah berusaha mengajak mereka masuk tetapi hasilnya nihil. Dan aku pun tak bisa melakukan apa – apa lagi.
Pada suatu hari ada seleksi anggota untuk ikut lomba aku, Ketua Umum extra dan temanku yang rajin masuk berusaha memperjuangkan mereka agar bisa lolos seleksi lalu ikut bersama berjuang dalam lomba. Tapi takdir berkata lain mereka semua tidak ada yang memenuhi syarat dan faktor lain yang juga menghambat adalah mereka sering absen extra jadi pembinaku tidak tahu kemampuan mereka sebenarnya. Setelah kejadian ini mereka bukan tambah semangat masuk, namun malah semakin sering absen karena mereka merasa tidak dibutuhkan di extra. Akhirnya aku angkat bicara, ”Kalian merasa kalian tidak dibutuhkan di extra. Memangnya kalian selama ini pernah ada untuk extra, saat extra butuh kalian. Selama ini yang hadir ya itu itu saja. Kalian semua kemana? Dimana tanggung jawab kalian terhadap jabatan kalian? Kalau kalian ingin dianggap cobalah sedikit kalian tunjukkan tanggung jawab kalian. Kita disini bukan sekedar mengejar prestasi belaka. Kita juga butuh kalian untuk memperbaiki organisasi kita. Kehadiran kalian itu sangat dibutuhkan. Aku harap kalian bisa sadar.”
Setelah kejadian ini mereka jadi sering masuk extra dan menunjukkan kepedulian mereka pada extra. Senang rasanya ketika harapan kita sudah tercapai. Disamping tugasku sebagai ketua harian tugas lain pun juga menungguku sebagai seorang sekretaris. Saat ada acara besar temanku datang kerumahku dan memberiku tugas menyelesaikan proposal kegiatan. Rasanya capek tapi aku tetap harus menyelesaikannya karena ini sudah menjadi tanggung jawabku apapun yang terjadi. Dan akirnya tugasku pun selesai. Senang rasanya aku bisa menyelesaikan tugas. Setelah masa jabatanku selesai aku merasa puas karena aku bisa menjalani tugasku dengan baik. Banyak ilmu yang aku dapatkan dari pengalamanku menjadi ketua harian dan sekretaris. Saat menjadi ketua harian aku menuntut diriku sendiri untuk selalu ada untuk extra apapun kondisiku, dan saat menjadi sekretaris aku berusaha sebaik mungkin untuk tepat waktu menyelesaikan tugasku. Aku berusaha melakukan tugasku dengan baik karena jabatan itu juga amanah dari Tuhan YME. Apapun jabatan yang kita terima kita harus mensyukurinya dan berusaha menjalankan amanah itu dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan kelak kita akan mendapatkan buah dari keseriusan kita itu.

gimana ceritanya ini essay asli buatan pas jaman SMA no edit jadi maklum kalau masih ababil banget yak bahasanya hehe. tapi ini se sentilan juga buat kita yg katanya Mahasisswa.anak SMA aja bisa ngerti beginian masak iya Mahasiswa ga paham beginian masing sering absen ini itu tidak amanah dengan tugasnya.

0 comments:

Posting Komentar