Sabtu, 01 April 2017

"SATU MULUT DUA TELINGA "

Posted by serlysworld on 19.53 with No comments




taukah kalian Apa maksud satu mulut dua telinga??
penasaran?? Jawaban tersembunyi di tulisan ini.:)



Sebagai seorang mahasiswa kita hidup dilingkungan kampus yang menuntut kita untuk melakukan diskusi. Diskusi ini banyak dilakukan mulai dari diskusi masalah akademik,masalah organisasi,masa depan,maupun masalah bangsa.

Diskusi merupakan salah tools dalam menggali ilmu sebanyak banyaknya. karena dengan berdiskusi kita bisa saling bertukar pikiran kita bisa menyelesaikan suatu masalah dengan cara mendiskusikannya. Dalam berdiskusi ini ada sebuah adab yang sangat penting untuk dilakukan. taukah kalian apakah itu???

Menjadi PENDENGAR YANG BAIK dan tidak memotong pembicaraan orang lain. Hal ini sangatlah penting dilakukan. Ketika kita mau dengan serius menghargai dan mendengarkan orang yang sedang bicara oarang tersebut akan merasa senang dan lebih bersemangat dalam menyampaikan pendapatnya.
 Karena dengan menghargai orang suatu saat kita juga akan dihargai.

jadi buat kalian kalian yang suka memotong pembicraan orang tidak menghargai orang berbicara. Silahkan ditunggu saja diwaktu yang akan datang jangan menyesal. Ketika anda berbicara  tidak dihargai oleh orang lain. karena apa yang kita dapatkan di masa depan adalah hasil keputusan/tindakan kita di masa sekarang.  HUKUM ALAM ITU BERLAKU siapa yang berbuat baik akan mendapat kebaikan. Jadi segeralah merubah kebiasaanmu.

ada suatu kisah mengenai menjadi pendengar yang baik dari Rosul kita

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Utbah duduk di sebelah Rasulullah saw seraya berkata: “Wahai anak pamanku, sesungguhnya engkau mengetahui secara pasti kedudukanmu di tengah-tengah kaummu. Engkau telah memecah-belah barisan mereka, engakau caci-maki tuhan-tuhan mereka, dan engkau kafirkan nenek moyang mereka. Karena itu dengarkanlah kata-kataku: Aku akan menyampaikan beberapa tawaran, mudah-mudahan kamu mau menerima sebagiannya.”

Rasulullah berkata: “Wahai Abl Walid, katakanlah. Aku akan mendengarnya.” Lalu Utbah bin Rabi’ah mengutarakan panjang lebar segala tawarannya. Ketika selesai, Rasulullah kembali bertanya: “Sudah selesaikah wahai Abul Walid?” Ia menjawab, “Sudah.”

Rasulullah kemudian berkata: Sekarang dengarkanlah kata-kataku. Ia pun menjawab: “Silahkan” Lalu Rasulullah membacakan beberapa ayat dari surat Fushilat. Sampai pada akhirnya beliau membaca ayat sajadah (ayat 37), dan beliau bersujud.


Dari cerita itu bisa kita lihat bahwa Rosulullah sangat amat megrhagai orang berbicara siapapun itu meskipun derajatnya lebih rendah dari beliau. Bahkan ketika beliau ingin mengemukakan pendpat beliau memastikan bahwa si Utbah sudah selesai berbicara.

jadi kita bisa mengikuti yang dilakukan Rosulullah. Karena seorang pemimpin yang baik itu bukan seseorang yang banyak bicara Namun seseorang yang lebih banyak mendengarkan.

Bukankah sudah jelass ketettapan Allah. Allah menciptakan dua telinga satu mulut. Hal ini bisa kita analogikan bahwa Allah ingin kita lebih banyak mendengar yang baik sebelum berbicara.



so lets be a good listener and a good leader


by:seo

0 comments:

Posting Komentar