Klau dari GOOGLE ,Hijrah adalah
berpindah dari suatu negeri kafir, karena di negeri itu umat Islam selalu
mendapat tekanan, ancaman dan kekerasan, sehingga tidak memiliki kebebasan
dalam berdakwah dan beribadah.
Tentu bukan itu saja. Hijrah bisa menjadi perjalanan
seseorang untuk menjadi baik. Seburuk apapun masa lalumu, kamu masih punya hak
untuk berhijrah kok. Allah Maha pemaaf dan pengampun.
Seperti yng telah di sebutkan dalam Al Qur’an berikut
“Hai
hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan
kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang
azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).
But wait. Ketika kalian membaca sekilas tentang beberapa
kalimat diatas kalian tentu berfikir aku orang yang ALIM. Nyatanya sih TIDAK
demikian.
Kayag iklan S***e aja ngomong Ntantanya. Aku BUKAN ORANG ALIM sama
sekali. Aku masih butuh banyak bantuan untuk menjadi baik. Akuttidak suka
ketika banyak yang menyuruhku ABC karena tampilanku. Aku berpenampilan seperti
ini juga masih belajar belum paham jadi mohon di bantu. Aku percaya Allah, Allah memberi aku kehidupan
sampai sekarang artinya Allah memberiku kesempatan Untuk berTOBAT. TOBAT adalah merasa bersalah atau menyesal atas perbuatan yang tidak
sesuai dengan ajaran agama( wikipedia)
Ok sekarang ak mau share pengalaman Hijrahku ya. Sejak SD
aku paling anti sama yg namnya baju pink, rok, kemeja cewek. Ketika masuk toko baju tujuan utama ku pun
deretan kaos oblong cowok. Aku suka warna – warna yg gelap dan biru. Kebiasaan itu berjalan hingga aku smp. Akir SMP aku mulia memakai jilbab ketika keluar rumah.karena aku tahu sesuai dengan hukum di Al Qur'an berikut:
Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur : 31]
Maka dari itu aku berencana memakai Jilbab ketika SMA tapi semua itu tidak berjalan begitu mudah seperti yang lain. Ketika masuk SMA ibuk tidak mengijinkanku menggunakan JILBAB. Aku menangis sejadi – jadinya waktu itu. Namanya juga masih anak ABG jadi labil gitu. Bahkan saat SMA kesan tomboy masih melekat. Sejak kelas 10 aku selalu jadi pemain futsal. Seriring berjalannya waktu aku melihat teman temanku menjadi iri. Bahkan ad yang di sekolah berjilbab tapi ketika ga sekolah dilepas. Aku kesal saat melihat itu “ kenapa kalian tidak bersyukur, orang Tua kalian tidak mempersulit kalian untuk menjadi baik malah kalian kayag gitu. Coba kalian jadi aku harus nangis2 buat pakai jilbab di sekolah”.
Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur : 31]
Maka dari itu aku berencana memakai Jilbab ketika SMA tapi semua itu tidak berjalan begitu mudah seperti yang lain. Ketika masuk SMA ibuk tidak mengijinkanku menggunakan JILBAB. Aku menangis sejadi – jadinya waktu itu. Namanya juga masih anak ABG jadi labil gitu. Bahkan saat SMA kesan tomboy masih melekat. Sejak kelas 10 aku selalu jadi pemain futsal. Seriring berjalannya waktu aku melihat teman temanku menjadi iri. Bahkan ad yang di sekolah berjilbab tapi ketika ga sekolah dilepas. Aku kesal saat melihat itu “ kenapa kalian tidak bersyukur, orang Tua kalian tidak mempersulit kalian untuk menjadi baik malah kalian kayag gitu. Coba kalian jadi aku harus nangis2 buat pakai jilbab di sekolah”.
2 tahun telah berjalan aku menjadi siswa kelas 3 SMA, saat
itu aku sudah membeli baju seragam panjang sendiri tanpa sepengetahuan oarang
tuaku. Aku bertanya kembali “ Buk aku jilbaban ya kelas 3 nanti bajunya bisa
pinjam ke Mbak ..... jadi gausah beli.”“uda tinggal satu aja gausa ganti –
ganti” Aku menangis kembali saat itu. Sampai dalam sholat aku selalu sempatkan
berdoa semoga “Semoga ibuku mengijinkan aku berjilbab”. Aku nangis saat itu
kenapa untuk menjadi baik pun aku harus menempuh jalan sesulit ini.
Waktu satu tahun telah berlalu aku awalnya diterima di AKA
Bogor namun ketika pengumuman SNMPTN tiba aku diterima di ITS. Orang tuaku
menyuruhku untuk memilih ITS, aku menuruti orang tuaku. Ketika itu aku bertanya
kembali kepada ibuku “ Buk Aku kuliah pakai jilbab ya?”. Entah ini sudah
pertanyaan ke berapa, aku tetap masih kukuh dengan pernyataan dan impianku ini.
Kemudian Ibuku diam dan tidak
mengluarkan kalimat larangan. Hatiku benar – benar senang saat itu. Aku bahkan
sampai menangis terharu. Allah mengabulkan doaku dengan perjalanan yang sangat
indah ini.
Kalian yang terlahir di keluarga yang islami bersyukurlah
manfaatkan baik2 hal itu. Kalau perlu berbagilah ilmu dengan teman yang lain. Namun
buat kalian yang lahir dari keluarga biasa seperti aku jangan putus asa bahkan
menjadi liar belok tanpa arah tujuan. Kalian serusnya lebih bersyukur, karena
itu berati Allah menyuruh kalian untuk berusaha lebih keras untuk memperbaiki
diri kalian dan keluarga kalian. Seharusnya tidak ada yang jadi anak berandalan
jika semua berfikir jernih seperti ini. Kita sendiri lah yang menentukan jalan
hidup kita. Mau jadi orang baik atau jadi buruk.seburuk apapun lingkunganmu
ketika kamu mampu bertahan dan berani berubah pasti kamu tetap bisa menjadi
baik. Mutiara tetap bersinar di kolam lumpur sekalipun, nilainya tidak pernah
berubah ketika sudah pernah terjatuh di lumpur. Begitu juga dengan manusia ketika
mereka mau berubah dengan tekad yang kuat lingkungan tidak akan bisa
menggoyahkan niatnya. Bahkan lingkungan yang kotor itu bisa ikut menjadi
bersih. Dan akirnya semua sama bersih.
So tentukanlah pilihanmu sekarang menjadi mutiara yang
bersinar atau menjadi kertas putih yang tenggelam di lumpur.
Siapa yang tidak senang melihat semua ini. Dulu ibukku melarangku beljilbab sekrang ibukku mau berjilbab sepertiku.
Jadi ketika keluarga
kalian belum menjadi baik kalianlah yang punya tanggung jawab untuk
memperbaikinya. Pilih mana
1. 1.Jadi anak brandal karena orang tua juga ga paham
agama
2. 2. Jadi anak sholeh/sholeha memperbaiki agama orang
tua.
Tentunya pilihan itu hanya kalian yang bisa menentukan. Namun akan lebih baik ketika kalian memilih yang kedua jika kalian berada di kondisi seperti aku. Tidak ada jaminan masa lalu baik masa depan juga baik, masa lalu buruk masa depan menajdi baik. Banyak sekali ahli ulama yang sekarang menjadi preman bahkan sebaliknya. Semua itu tergantung pilihan kalian sekarang memilih menjadi baik dengan perjalan yang sulit atau menjadi buruk dengan perjalan yang mudah.
“Percayalah Allah tidak pernah salah melihat dan memberi.”
by:seo
sumber gambar: Google
sumber gambar: Google



0 comments:
Posting Komentar