Sabtu, 10 September 2016

Hijrah lah !!!

Posted by serlysworld on 08.56 with No comments


Hijrah??? Iya Hijrah. Apa yang kalian fikirkan tentang satu kata ini. Pergi ke tempat lain??.
Klau dari GOOGLE ,Hijrah adalah berpindah dari suatu negeri kafir, karena di negeri itu umat Islam selalu mendapat tekanan, ancaman dan kekerasan, sehingga tidak memiliki kebebasan dalam berdakwah dan beribadah.


Tentu bukan itu saja. Hijrah bisa menjadi perjalanan seseorang untuk menjadi baik. Seburuk apapun masa lalumu, kamu masih punya hak untuk berhijrah kok. Allah Maha pemaaf dan pengampun.
Seperti yng telah di sebutkan dalam Al Qur’an berikut

“Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

But wait. Ketika kalian membaca sekilas tentang beberapa kalimat diatas kalian tentu berfikir aku orang yang ALIM. Nyatanya sih TIDAK demikian.
Kayag iklan S***e aja ngomong Ntantanya. Aku BUKAN ORANG ALIM sama sekali. Aku masih butuh banyak bantuan untuk menjadi baik. Akuttidak suka ketika banyak yang menyuruhku ABC karena tampilanku. Aku berpenampilan seperti ini juga masih belajar belum paham jadi mohon di bantu. Aku  percaya Allah, Allah memberi aku kehidupan sampai sekarang artinya Allah memberiku kesempatan Untuk berTOBAT.  TOBAT adalah merasa bersalah atau menyesal atas perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama( wikipedia)


Ok sekarang ak mau share pengalaman Hijrahku ya. Sejak SD aku paling anti sama yg namnya baju pink, rok, kemeja cewek.  Ketika masuk toko baju tujuan utama ku pun deretan kaos oblong cowok. Aku suka warna – warna yg gelap dan biru. Kebiasaan itu berjalan hingga aku smp. Akir SMP aku mulia memakai jilbab ketika keluar rumah.karena aku tahu sesuai dengan hukum di Al Qur'an berikut:

Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur : 31]


 Maka dari itu aku  berencana memakai Jilbab ketika SMA tapi semua itu tidak berjalan begitu mudah seperti yang lain. Ketika masuk SMA ibuk tidak mengijinkanku menggunakan JILBAB. Aku menangis sejadi – jadinya waktu itu. Namanya juga masih anak ABG jadi labil gitu. Bahkan saat SMA kesan tomboy masih melekat. Sejak kelas 10 aku selalu jadi pemain futsal. Seriring berjalannya waktu aku melihat teman temanku menjadi iri. Bahkan ad yang di sekolah berjilbab tapi ketika ga sekolah dilepas. Aku kesal saat melihat itu “ kenapa kalian tidak bersyukur, orang Tua kalian tidak mempersulit kalian untuk menjadi baik malah kalian kayag gitu. Coba kalian jadi aku harus nangis2 buat pakai jilbab di sekolah”.

2 tahun telah berjalan aku menjadi siswa kelas 3 SMA, saat itu aku sudah membeli baju seragam panjang sendiri tanpa sepengetahuan oarang tuaku. Aku bertanya kembali “ Buk aku jilbaban ya kelas 3 nanti bajunya bisa pinjam ke Mbak ..... jadi gausah beli.”“uda tinggal satu aja gausa ganti – ganti” Aku menangis kembali saat itu. Sampai dalam sholat aku selalu sempatkan berdoa semoga “Semoga ibuku mengijinkan aku berjilbab”. Aku nangis saat itu kenapa untuk menjadi baik pun aku harus menempuh jalan sesulit ini.

Waktu satu tahun telah berlalu aku awalnya diterima di AKA Bogor namun ketika pengumuman SNMPTN tiba aku diterima di ITS. Orang tuaku menyuruhku untuk memilih ITS, aku menuruti orang tuaku. Ketika itu aku bertanya kembali kepada ibuku “ Buk Aku kuliah pakai jilbab ya?”. Entah ini sudah pertanyaan ke berapa, aku tetap masih kukuh dengan pernyataan dan impianku ini. Kemudian  Ibuku diam dan tidak mengluarkan kalimat larangan. Hatiku benar – benar senang saat itu. Aku bahkan sampai menangis terharu. Allah mengabulkan doaku dengan perjalanan yang sangat indah ini.

Kalian yang terlahir di keluarga yang islami bersyukurlah manfaatkan baik2 hal itu. Kalau perlu berbagilah ilmu dengan teman yang lain. Namun buat kalian yang lahir dari keluarga biasa seperti aku jangan putus asa bahkan menjadi liar belok tanpa arah tujuan. Kalian serusnya lebih bersyukur, karena itu berati Allah menyuruh kalian untuk berusaha lebih keras untuk memperbaiki diri kalian dan keluarga kalian. Seharusnya tidak ada yang jadi anak berandalan jika semua berfikir jernih seperti ini. Kita sendiri lah yang menentukan jalan hidup kita. Mau jadi orang baik atau jadi buruk.seburuk apapun lingkunganmu ketika kamu mampu bertahan dan berani berubah pasti kamu tetap bisa menjadi baik. Mutiara tetap bersinar di kolam lumpur sekalipun, nilainya tidak pernah berubah ketika sudah pernah terjatuh di lumpur. Begitu juga dengan manusia ketika mereka mau berubah dengan tekad yang kuat lingkungan tidak akan bisa menggoyahkan niatnya. Bahkan lingkungan yang kotor itu bisa ikut menjadi bersih. Dan akirnya semua sama bersih.
So tentukanlah pilihanmu sekarang menjadi mutiara yang bersinar atau menjadi kertas putih yang tenggelam di lumpur.













Siapa yang tidak senang melihat semua ini. Dulu ibukku melarangku beljilbab sekrang ibukku mau berjilbab sepertiku.

 Jadi ketika keluarga kalian belum menjadi baik kalianlah yang punya tanggung jawab untuk memperbaikinya. Pilih mana
1.       1.Jadi anak brandal karena orang tua juga ga paham agama
2.     2.   Jadi anak sholeh/sholeha memperbaiki agama orang tua.

Tentunya pilihan itu hanya kalian yang bisa menentukan. Namun akan lebih baik ketika kalian memilih yang kedua jika kalian berada di kondisi seperti aku. Tidak ada jaminan masa lalu baik masa depan juga baik, masa lalu buruk masa depan menajdi baik. Banyak sekali ahli ulama yang sekarang menjadi preman bahkan sebaliknya. Semua itu tergantung pilihan kalian sekarang memilih menjadi baik dengan perjalan yang sulit atau menjadi buruk dengan perjalan yang mudah.
“Percayalah Allah tidak pernah salah melihat dan memberi.”

by:seo


sumber gambar: Google

0 comments:

Posting Komentar